WhatsApp pasang iklan, tenangkan penggunanya
Pembaruan kebijakan privasi yang digulirkan WhatsApp di awal tahun 2021 ini ternyata menimbulkan dampak yang tidak main-main. Terjadi arus perpindahan besar-besaran dari pengguna WhatsApp ke Signal dan Telegram.
Untuk mencegah pengguna yang pindah semakin banyak, WhatsApp pun meluncurkan beberapa strategi. Salah satunya, memasang iklan secara besar-besaran di media massa.
Dikutip dari detikINET dan Independent, Jumat (15/1), iklan tersebut menekankan pada WhatsApp yang menjamin privasi user-nya dengan ketat meskipun ada perubahan kebijakan.
"Menghormati privasi Anda ada di dalam DNA kami," tulis WhatsApp di media The Assam Tribune, The Hindu, The Times of India, Economic Times sampai Indian Express.
Bersama iklan tersebut, WhatsApp juga menyematkan link yang mengarah ke FAQ WhatsApp yang berisikan penjelasan mengenai perubahan kebijakan tersebut. WhatsApp mengklaim jika tidak akan mengganggu percakapan privat para user.
"WhatsApp tidak bisa melihat pesan privat Anda atau mendengar panggilan, begitu pula Facebook. Tiap pesan privat, foto, video, voice message dan dokumen yang Anda kirim ke teman, keluarga dan kolega one on one atau di grup dilindungi enkripsi end to end," tulis WhatsApp.
Tampaknya, WhatsApp sepatutnya mulai waspada kepada rival-rivalnya, yakni Signal dan Telegram. Sebab, lonjakan unduhan kedua aplikasi tersebut tidak bisa dianggap enteng.
Hasil analisis Sensor Tower menunjukkan aplikasi Signal diunduh sebanyak 17,8 juta kali di Play Store dan App Store dari tanggal 5 hingga 12 Januari 2021. Hal tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 61 kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya yang hanya sebesar 285 ribu kali unduhan.
Kemudian, Telegram mencapai 15,7 juta kali unduhan pada kurun waktu yang sama, dan mengalami peningkatan dari jumlah 7,6 juta kali pada minggu sebelumnya. Hingga kini, jumlah pengguna aktif Telegram telah mencapai 500 juta user.

Comments
Post a Comment